Pemilihan duta narkoba wilayah kali ini mempunyai Grace, Debora, Tesalonika, Miska. Siswi resmi dinobatkan sebagai Duta Pelajar Anti Narkoba Provinsi Sumatra utara Tahun 2023. Ajang bergengsi tersebut memiliki beberapa tahap, mulai dari pendaftaran,tahap karantina, seleksi esai, pengumuman, hingga pelatihan. Dalam kegiatan ini, Nona berhasil meraih apresiasi dengan kategori esai terbaik I.
Duta Pelajar Anti Narkoba merupakan program yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi sumatera utara bersama Ikatan Pelajar Wilayah kabanjahe. Ajang ini bertujuan untuk menjaring pelajar maupun mahasiswa sebagai contoh di masyarakat dengan status pemuda yang bebas narkoba.
Berbicara tentang narkoba tidak akan ada habisnya dan Presiden RI mengatakan bahwa negara Indonesia darurat narkoba. Jumlah pecandu kian hari makin meningkat, berdasarkan hasil penelitian Badan Nakotika Nasional (BNN) sekitar ± 5 juta yang menggunakan narkoba. Jenis narkoba yang dikonsumsi pecandu di negara kita adalah sabu, ekstasi, ganja, kokain, dan lain-lain.
Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam penyalahgunaan narkoba yaitu daya ingat (merusak otak yang tidak ada jaminan sembuh), potensi pasar (penyalah-gunaan narkoba ± 5 juta), kerugian jiwa dan materi (± 40 – 50 orang meninggal setiap hari), adanya dukungan modal, aksi narapidana (masih mengendalikan peredaran dari dalam penjara), jaringan internasional, jaringan Lapas (60 jaringan narkoba yang dikendalikan oleh 22 Lapas).
“Dengan menjadi Duta Pelajar Anti Narkoba, kami khususnya para pelajar berharap dapat membantu Indonesia mendapatkan generasi yang berkualitas dari segi moral maupun mental, mengingat nilai-nilai Pancasila yang mulai hilang ditelan zaman,” terang mereka ber-empat.